Home » Pertanian » Kelapa Sawit

Apa saja yang menjadi faktor penentu harga kelapa sawit

  • 01 Mar 2021
  • 371
  • Andy. H

Harga yang menentukan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pada industri perkebunan kelapa sawit ditentukan oleh beberapa faktor. Dalam perusahaan perkebunan, hal ini adalah faktor yang sangat menentukan dalam pemberian upah karyawan, tunjangan dan bahkan kelangsungan hidup perusahaan. Pada kehidupan sehari-hari, tanaman kelapa sawit merupakan komoditi yang sangat berperan pada perekonomian Indonesia.

Dengan mengetahui apa saja yang mempengaruhi harga kelapa sawit tentu perusahaan perkebunan dapat melakukan langkah-langkah strategis dalam menjalankan bisnis perkebunan. 

Daftar Isi


{ "placements": [ { "anchor": { "selector": "article", } }, "pos": 4, "type": 1, "style": { "top_m": 5, "bot_m": 10 } } ] }
Loading ...

Kualitas tandan buah segar (TBS) kelapa sawit

Hal yang pertama adalah kualitas, apa saja yang menjadi kriteria tandan buah segar kelapa sawit yang berkualitas?

  1. Buah yang dihasilkan matang sempurna.
    Cara mengukur tandan buah kelapa sawit yang matang sempurna adalah dengan melihat brondolan yang jatuh di piringan sawit. Umumnya buah yang terjatuh sejumlah 5-10 brondolan sudah bisa dikatakan matang. Dan warna buah lebih kontras ke arah oranye - merah gelap. Buah yang membrondol di bagian luarnya ada sebanyak 25% atau lebih dan mudah terlepas dari janjangannya.
  2. Buah yang dihasilkan tidak memiliki cacat fisik.
    Identifikasi dapat dilakukan dengan melihat langsung, bilamana buah telah dimakan hama seperti kumbang Oryctes rhinoceros akan tampak rusak, dan ini menyebabkan kualitas buah menjadi buruk, sehingga dapat menurunkan harga kelapa sawit secara keseluruhan.
  3. Buah yang dihasilkan memiliki kandungan asam lemak bebas yang tinggi.
    Seringkali buah yang terlalu lambat diangkut dari areal perkebunan mengalami keterlambatan transportasi, sehingga buah menjadi busuk dan menurunkan kualitas buah kelapa sawit. Jika sudah terlanjur terlambat (restan) maka kualitas asam lemak bebas (ALB) akan meningkat. Ini menurunkan harga jual.

Ketersediaan buah kelapa sawit di pasaran

Dalam hukum pasar buah kelapa sawit bisa mengalami kenaikan harga. Faktor supply dan demand akan mempengaruhi harga kelapa sawit. Karena kelapa sawit lebih banyak diserap oleh ekspor maka seringkali harga bisa naik dan turun karena fluktuasi harga minyak nabati dunia. China, India dan negara-negara eropa adalah negara-negara pengimpor minyak sawit terbesar.

Sawit adalah sumber minyak nabati yang memiliki rasio produksi per areal paling tinggi dengan tanaman nabati lainnya. Sawit dapat menghasilkan setidaknya 4,17 ton per hektar bila dibandingkan dengan tanaman sumber minyak nabati lainnya yang tertinggi kedua seperti kedelai, yang hanya mampu menghasilkan 0,39 ton per hektarnya.

Namun dengan ketersediaan buah kelapa sawit di pasaran yang menurun akan meningkatkan harga kelapa sawit. Ada masa dimana tanaman kelapa sawit bisa menghasilkan lebih banyak buah rata-rata dalam satu tahun. Sebagai contoh, pada umumnya produksi kelapa sawit akan meningkat seiring dengan musim penghujan tiba. Disamping itu pemupukan yang tepat guna dan sesuai dengan dosisnya juga akan menambah efektivitas produksi kelapa sawit.

Bila produksi rata-rata per areal kelapa sawit mengalami penurunan (buah trek), pada umumnya pasar akan beralih ke sumber minyak nabati lainnya. Jika minyak kelapa sawit langka di pasaran, maka harga otomatis akan akan meningkat (kekurangan pasokan). Suatu hal yang lazim apabila kenaikan harga kelapa sawit juga bergantung pada komoditas lainnya seperti minyak bunga matahari, rapeseed, kedelai, dan lainnya.

Usia tanaman kelapa sawit

Harga kelapa sawit juga dipengaruhi oleh usia tanaman kelapa sawit. Rendahnya produktivitas pekebunan kelapa sawit dipengaruhi oleh usia tanaman yang sudah tua, serta bibit pohon sawit yang kurang berkualitas. Namun jika dilihat dari sisi harga, semakin tua suatu tanaman kelapa sawit akan menaikkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

Umur
Tanaman
Faktor
"K"
Rendemen
CPO
Harga
CPO
Rendemen
Kernel
Harga
Kernel
Harga
TBS
1 2 3 4 5 6 7
3 Tahun 88,16 17,50 9.518,62 3,67 6.777,98 1.687,83
4 Tahun 88,16 19,07 9.518,62 4,13 6.777,98 1.847,07
5 Tahun 88,16 19,93 9.518,62 4,70 6.777,98 1.953,30
6 Tahun 88,16 20,48 9.518,62 4,85 6.777,98 2.008,41
7 Tahun 88,16 20,75 9.518,62 4,79 6.777,98 2.027,49
8 Tahun 88,16 21,22 9.518,62 5,02 6.777,98 2.080,67
9 Tahun 88,16 21,69 9.518,62 5,03 6.777,98 2.120,71
10 Tahun 88,16 22,34 9.518,62 5,03 6.777,98 2.175,25
21 Tahun 88,16 22,27 9.518,62 5,05 6.777,98 2.170,57
22 Tahun 88,16 21,92 9.518,62 5,05 6.777,98 2.141,20
23 Tahun 88,16 21,66 9.518,62 5,05 6.777,98 2.119,38
24 Tahun 88,16 20,80 9.518,62 5,05 6.777,98 2.047,22
25 Tahun 88,16 20,03 9.518,62 5,05 6.777,98 1.982,60

Harga TBS kelapa sawit produksi petani plasma Provinsi Sumatera periode tanggal 16 Desember 2020 - 22 Desember 2020

Namun walaupun demikian selisih harga kenaikan hanya meningkatkan harga dengan margin yang tipis, tidaklah sebanding jika dibandingkan dengan tanaman yang lebih muda. Itulah sebabnya penanaman kembali (replanting) memiliki peran yang besar dalam industri kelapa sawit berkelanjutan. Saat ini perkebunan kelapa sawit di Indonesia masih didominasi oleh kelapa sawit tua (sekitar 70%).

Mayoritas kesulitan terbesar dalam penanaman ulang kelapa sawit adalah modal usaha untuk penanaman kembali, itulah sebabnya pemerintah mendorong usaha kelapa sawit untuk melakukan replanting dengan membarikan bantuan/stimulus kepada para pengusaha kelapa sawit.

Komentar Artikel

Artikel Lainnya

Artikel Terbaru