0
{ "placements": [ { "anchor": { "selector": "body", } }, "pos": 4, "type": 1, "style": { "top_m": 5, "bot_m": 10 } } ] }
Home » Astronautika » SpaceX

Terbanyak dalam sejarah, SpaceX luncurkan 143 satelit ke orbit dalam sekali peluncuran

Kali ini SpaceX kembali luncurkan satelit ke orbit pada tanggal 24 Januari 2020 waktu setempat dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Misi yang diberi nama Transporter 1 ini sukses membawa 143 satelit ke orbit, ini menandakan bahwa peluncuran ini merupakan peluncuran satelit terbanyak dalam sejarah manusia dalam satu roket.

Misi ini adalah program SmallSat Rideshare khusus SpaceX, yang berada pada Space Launch Complex 40 (SLC-40) di stasiun luar angkasa Cape Canaveral di Florida, roket pendorong tingkat pertama Falcon 9 ini sebelumnya pernah dipakai beberapa kali diantaranya pada peluncuran misi Crew Dragon (Demo 2), misi ANASIS-II, misi Starlink, dan misi peluncuran suplai kargo Crew Dragon 21 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

SpaceX pecahkan rekor peluncuran satelit terbanyak dalam satu roket


Dalam misi ini roket Falcon 9 membawa 143 satelit diantaranya 133 satelit swasta dan pemerintah, salah satunya CubeSat, Mikrosat, dan kendaraan transfer orbital (orbital transfer vehicle) dan 10 sisanya adalah satelit milik Starlink, perusahaan jasa penyedia internet yang juga merupakan milik Elon Musk.

Misi Rideshare adalah semacam sistem transportasi tumpang kongsian, muatan satelit yang diangkut terdiri dari beberapa vendor swasta dan ada juga dari pemerintah yang ikut. Ini memungkinkan biaya peluncuran yang lebih terjangkau dan murah.

Dilansir dari SpaceX.com, biaya peluncuran satelit ke orbit rendah bumi (LEO) adalah US$ 2.720 per satu kilogramnya. Jika dibandingkan ongkos peluncuran ini masih lebih murah dari roket Soyuz yang mematok harga US$ 9.167 per kilogramnya.

Roket tak berawak Falcon 9 dengan total peluncuran 143 satelit ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh ISRO, milik India. Pada waktu itu, tahun 2017 bulan Februari silam, ISRO berhasil meluncurkan 104 satelit dengan roket PSLV-C37 dalam satu kali peluncuran dengan bobot total satelit 1.378 kg. Dengan ini SpaceX berhasil mencetak rekor peluncuran satelit terbanyak dalam sekali peluncuran.

Namun rekor 143 satelit ini sangat mungkin dipecahkan lagi jika SpaceX berhasil mengembangkan roket terbarunya Starship yang diproyeksikan bisa mengangkut 400 satelit dalam sekali peluncuran. Dengan Starship maka pengangkutan ke LEO bisa ditekan sampai US$ 10 per kilogramnya.

Peluncuran Transporter 1 berlangsung mulus


Roket tingkat pertama Falcon 9 sukses mendarat di kapal "Of Course I Still Love You"

Sejak diluncurkan, pada menit ke 2.38 roket berhasil memisahkan diri dengan roket tingkat pertama. Kemudian roket tingkat pertama turun kembali ke bumi dan mendarat pada kapal tongkang pangkalan SpaceX di samudra Atlantik. Kapal yang diberi nama "Of Course I Still Love You" ini adalah tempat pendaratan roket tingkat pertama Falcon 9.

Roket tingkat pertama mendarat pada menit 9:41 tanpa kendala, selanjutnya roket akan dibawa kembali ke pangkalan dan akan digunakan kembali untuk misi-misi selanjutnya. Selanjutnya fairing (penutup hidung roket/nosecone) yang jatuh ke bumi juga diambil kembali untuk digunakan ulang, waktu 1 jam 28 menit sejak diluncurkan.

Pelepasan 143 satelit ke orbit


Momen saat 143 satelit Transporter 1 SpaceX berhasil dilepaskan ke orbit

Satu timestamp 1 jam 28 menit roket berhasil melepaskan muatan satelit dengan mulus ke orbit yang diinginkan, selanjutnya satelit-satelit ini akan secara otomatis memposisikan diri sesuai orbitnya, begitu pula satelit yang Starlink yang dilengkapi dengan pendorong ion (ion thruster) juga mengikuti konstelasi orbit Starlink. Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih 1 minggu.

Menurut SpaceX, roket-roket yang telah diluncurkan ini dapat digunakan ulang sampai dengan 10 kali peluncuran, ini menandakan era keberlanjutan (sustainability) dalam industri roket adalah hal yang semakin umum di lakukan. Secara tidak langsung SpaceX mampu menciptakan standar baru dalam industri peluncuran roket yang ramah lingkungan, efisien dan murah.

Peluncuran Prototipe Starship SN9


Setelah sebelumnya sempat tertunda karena beberapa pengujian pembakaran statis (static fire test) yang dilakukan sebanyak kurang lebih 6 kali, SpaceX mengumumkan penjadwalan penutupan jalan di Boca Chica, Texas pada rabu tanggal 27 Januari 2020, namun peluncuran masih belum bisa di pastikan bergantung pada cuaca dan masalah teknis yang mungkin bisa terjadi saat peluncuran.

Roket Starship SN9 adalah penerus dari roket SN8 yang sebelumnya meledak saat uji manuver pendaratan terjun (belly flop) yang ditengarai akibat kurangnya tekanan pada tangki supply metana (CH4) sehingga roket terlalu cepat meluncur dan menabrak pad pendaratan. Namun kali ini Starship SN9 dibekali dengan tangki Helium untuk mengatasi masalah kurang tekanan saat roket berpindah dari posisi horizontal ke vertikal.

Baca juga : SpaceX Starship SN9 Roket Prototipe Elon Musk siap-siap meluncur pekan ini

 

Penggunaan Helium hanya bersifat sementara dan masih berpotensi digantikan dengan mekanisme yang lebih efisien, ini hanya sementara, kata Musk, namun tidak sedikit penonton di kanal Youtube SpaceX yang protes karena Helium adalah unsur langka dan terbatas jumlahnya di alam ini. Diharapkan dengan menggunakan Helium akan memecahkan masalah pada ruang bakar sehingga roket SN9 dapat mendarat dengan sempurna.

(Rumor) SpaceX beli 2 pangkalan minyak lepas pantai untuk pad peluncur Starship


Dilansir dari laman twitter Jack Beyer, seorang fotografer yang sering mendokumentasikan kegiatan SpaceX, pembangunan tampak berlangsung di lepas pantai Brownsville. Dua lokasi bekas penambangan minyak lepas pantai yang disinyalir telah dibeli oleh SpaceX. Jika dilihat sepintas pembangunan sesuai dengan profil tinggi roket SN9.

Ini bersesuaian dengan pernyataan Elon Musk sendiri yang sempat mengatakan "Deimos" dan "Phobos" yang artinya 2 site ini kemungkinan akan bernama demikian. Jika ini benar maka kedua site tersebut cocok dengan nama tersebut.

I've been exploring around the Port of Brownsville while waiting for Starship testing and found an oil rig that appears to be named Deimos, after one of the moons of Mars! Based on job postings and @elonmusk's tweets, I'm willing to bet that SpaceX is involved. @NASASpaceflight pic.twitter.com/zhTOGNnZKd

— Jack Beyer (@thejackbeyer) January 19, 2021

Pemilik sebelumnya, Ensco Rowan merger dan menjadi Valaris PLC pada 2019. Rig tersebut yang kemudian diberi nama Valaris 8500, dijual dengan rig lain bernama Valaris 8501 kepada pembeli yang tidak diungkapkan namanya pada Agustus 2020 ketika Valaris mengajukan pailit. Kedua rig tersebut masing-masing dijual seharga $ 3,5 juta, dan ternyata pembeli yang dirahasiakan adalah SpaceX.

Rate Artikel


Komentar Artikel

Perhatian :
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu



Contoh : email_saya@gmail.com



Komentar berhasil di-input
Error!

Artikel Lainnya


Artikel Terbaru


Media Sosial