0
{ "placements": [ { "anchor": { "selector": "body", } }, "pos": 4, "type": 1, "style": { "top_m": 5, "bot_m": 10 } } ] }
Home » Astronautika » Chang E

Mengagumkan! Misi luar angkasa Chang E milik China berhasil mengirimkan probe ke luar angkasa

Baru-baru ini kabar baik datang dari negeri China. Misi luar angkasa Chang'e yang diproyeksikan akan mengambil sampel dari tanah dan bebatuan di bulan sukses diluncurkan pada hari selasa waktu setempat di fasilitas peluncuran Wenchang Spacecraft di bagian utara Provinsi Hainan.

4 bagian dalam 1 misi


Misi ini direncanakan akan melakukan pendaratan soft landing di bulan. Proyek ambisius Chang'e ini terdiri atas 4 bagian, yang terdiri dari Ascender, Lander, Orbiter dan Returner. Setelah Ascender menyentuh gravitasi bulan, pesawat ruang angkasa ini akan mengorbit bulan yang berjarak 200 kilometer dari permukaan bulan.

Apa yang baru?


Ada 3 fitur pada misi Chang'e ini, yaitu Probe terbaru, roket Long March 5, dan fasilitas peluncuran terbaru. Misi Chang'e sebelumnya semuanya diluncurkan dari Xichang Satellite Launch Center yang berlokasi di barat daya provinsi Sichuan, sedangkan misi Chang'e 5 diluncurkan dari Wenchang Spacecraft Launch Site yang berada di selatan provinsi Hainan.

Mengagumkan! Misi luar angkasa Chang E milik China berhasil mengirimkan probe ke luar angkasa

Misi Chang'e diharapkan dapat merealisasikan keempat misi tersebut yang merupakan tonggak awal dari misi pendaratan di bulan yang dilakukan oleh China. Misi yang pertama Chang'e sukses melakukan pengambilan sampel secara otomatis tanpa campur tangan manusia. Dan direncanakan akan mengirimkan sampel tersebut ditempat penjemputan pada orbit bulan.

Tantangan yang dihadapi


Meski misi peluncuran sukses dilaksanakan, namun proses pengembalian sampel memiliki beberapa tantangan yang cukup sulit. Setelah pengambilan sampel pada permukaan, misi mengendalikan Returner agar mencapai Orbiter adalah proses yang cukup menyulitkan. Jika berhasil maka Orbiter akan kembali pulang membawa sampel ke bumi.

Agar selamat, para peneliti harus mencari rute yang sempurna, dan desain dari Returner diharapkan dapat bertahan pada gesekan dengan atmosfer bumi. Ketika memasuki atmosfer bumi pada kecepatan 11 km per detik tentu misi Returner akan menghadapi tantangan yang amat besar, dan ini akan sekaligus menjadi pengujian bagi misi Chang'e secara keseluruhan dan juga menjadi tantangan bagi teknologi luar angkasa China.

Tetap ikuti misi Chang E selanjutnya. Stay tuned!


Menurut kamu bagaimana perkembangan teknologi luar angkasa China ini? Apakah sudah bisa mengejar teknologi luar angkasa Amerika Serikat? atau malah sudah mendahului? Tuliskan di kolom komentar ya.

Ayo berlangganan di semangkablog, karena update terbaru seputar misi Chang'e ini akan diulas dan terus diupdate perkembangannya. So stay tuned dear fellow semangkamania!

 

Rate Artikel


Komentar Artikel

Perhatian :
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu



Contoh : email_saya@gmail.com



Komentar berhasil di-input
Error!

Artikel Lainnya


Artikel Terbaru


Media Sosial