Home » Astronautika » SpaceX

Sukses besar! Roket Elon Musk berhasil melakukan manuver Belly Flop!

  • 11 Dec 2020
  • 765
  • Andy. H

Momen bersejarah dalam teknologi antariksa kembali diukir oleh perusahaan swasta Space-X pada Rabu 9 Desember 2020 di Boca Chica, Texas, Amerika Serikat. Setelah beberapa kali mengalami penundaan prototipe roket yang dinamai SN8 tersebut akhirnya berhasil mengangkasa ke titik yang telah ditentukan. 

Daftar Isi


{ "placements": [ { "anchor": { "selector": "article", } }, "pos": 4, "type": 1, "style": { "top_m": 5, "bot_m": 10 } } ] }
Loading ...

SN8 Sempat beberapa kali mengalami penundaan

Roket SN8, sumber: Space-X

Roket yang digadang-gadang sebagai alat transportasi menuju planet Mars tersebut mengalami penundaan 2 hari sebelum peluncuran. Pada saat itu roket mengalami masalah pada penggerak sirip hidrolik dan penumpukan es pada mesin Raptor setelah selama kurang lebih 8 jam roket tersebut menunggu clearance agar dapat diluncurkan.

Baca JugaPrototipe SpaceX SN8 melakukan manuver Belly Flop 12,5 km (Ditunda)


Roket yang direncanakan menempuh titik apogee pada ketinggian 42.000 kaki atau sekitar 12,5 kilometer dari permukaan bumi tersebut sangat dinanti-nantikan oleh warganet di seluruh dunia. Berbeda dengan peluncuran roket pada umumnya, perusahaan antariksa Space-X selalu menyiarkan secara langsung peluncuran di kanal youtube resminya.

Profil Roket SN8

Infografis peluncuran roket SN8, klik untuk memperbesar. Sumber : tonybela.com

Berbeda dengan roket antariksa pada umumnya, Roket yang bernama SN8 atau Serial Number 8 ini menggunakan 3 mesin Raptor yang berbahan bakar oksigen cair (LOX) dan metana. Bahan bakar ini dipilih karena kedua jenis bahan bakar ini tersedia di planet Mars.

Keistimewaan roket ini adalah memiliki sirip yang dapat digerakkan dengan bebas pada pangkal dan ujung roket, sehingga memungkinkan bergerak dan melakukan manuver di udara. Mesin-mesin raptor ini juga dikendalikan oleh sistem komputer yang dapat melakukan gimballing secara individual yang artinya bergerak kesegala arah untuk menyeimbangkan center-mass dari roket ini.

Roket SN8 yang bernilai sekitar 3 triliun rupiah ini memiliki tinggi 165 kaki atau 50 meter, ini setara dengan gedung 15 tingkat. Roket ini adalah prototipe ke 8 dan SpaceX memiliki prototipe terbaru yang sedang dikembangkan, yaitu roket SN9, SN10, SN11 dan SN12. Rencananya roket SN9 dijadwalkan akan diluncurkan pada pertengahan Januari 2021.

Misi berjalan dengan sukses

Misi utama peluncuran ini adalah manuver "Belly Flop", manuver ini adalah membiarkan roket jatuh bebas dari ketinggian 42 ribu kaki dengan posisi horizontal 180 derajat mirip seperti aksi penerjun payung, namun pada ketinggian 250 meter ketika akan menyentuh tanah mesin roket akan dihidupkan dan roket akan berbalik ke posisi vertikal 90 derajat dan melakukan pendaratan. Sepintas misi ini sangat mustahil dilakukan untuk roket yang beratnya 1.320 ton untuk melakukan manuver seperti itu.

Mesin Raptor SN8 di matikan

Mesin Raptor dimatikan satu per satu

Saat diluncurkan, roket mulai mendaki ke ketinggian 40.000 kaki, mesin dimatikan satu persatu. Proses ini dinamakan main engine cut off (MECO) agar kecepatan roket melambat hingga akhirnya berhenti di titik tertinggi dan kemudian berbalik arah. Untuk melakukan manuver ini roket dilengkapi thruster yang dipasang pada bagian tengah roket.

Manuver Belly Flop

Sirip berfungsi dengan baik menjaga roket jatuh bebas dengan posisi horizontal

Roket mulai turun dengan sangat stabil. Terlihat di kamera sirip-siripnya mulai bekerja untuk menyeimbangkan posisi roket. Ini merupakan prestasi besar bagi Space X karena kali pertama sebuah sistem roket yang menggunakan sirip dan bekerja dengan sangat sempurna.

Pendaratan

Mesin melakukan gimballing dan membuat posisi roket tegak kembali ke posisi vertikal

Di ketinggian 250 meter mesin raptor dihidupkan dan mesin berhasil melakukan gimballing secara presisi. Roket berhasil melakukan manuver Belly Hop dan secara ajaib kembali tegak ke posisi vertikal dan bersiap menuju landing pad yang telah ditentukan.

Roket meledak berkeping-keping

Roket meledak ketika touchdown dengan landing pad

Saat mendarat 1 mesin mengalami kegagalan dan hanya 2 mesin yang berhasil hidup. Roket menyemburkan api hijau pertanda kekurangan bahan bakar akibat kurangnya tekanan ke dalam ruang bakar. Hal ini terjadi karena tidak tercampurnya Oksigen dan Metana, menyebabkan kurangnya gaya angkat sehingga mesin itu sendiri ikut terbakar. Akibat kegagalan ini roket terlalu cepat mendekati landing pad dan akhirnya meledak (RUD)

Namun Roket Elon Musk berhasil melakukan manuver Belly Flop!

Ini menandakan 2/3 dari misi itu sendiri berhasil diselesaikan, berbeda dengan prediksi Musk yang hanya 1/3 saja. Berarti misi ini terbilang sangat sukses. Musk mengatakan bahwa data yang dikumpulkan dari misi ini amat sangat berharga untuk pengembangan Starship yang akan membawa manusia ke Planet Mars. Musk sendiri telah menyiapkan roket SN9, SN10, SN11 dan SN12 yang teknologinya lebih matang dan sedang dalam pengembangan.

Space-X hujan Pujian

Berbagai komentar dari warganet membanjiri ruang komentar di Youtube, ada yang berdecak kagum, ada yang bersorak, dan tak sedikit yang mengucapkan pujian dan memberikan selamat atas pencapaian yang dilakukan oleh Musk dan kru Space-X

Thank you, South Texas for your support! This is the gateway to Mars.

— Elon Musk (@elonmusk) December 10, 2020

Musk sendiri berterima kasih kepada tim dan kru di Space-X yang berhasil melakukan pencapaian terbesar dalam sejarah teknologi roket antariksa. Selamat Elon Musk!

Komentar Artikel

Artikel Lainnya

Artikel Terbaru