{ "placements": [ { "anchor": { "selector": "article", } }, "pos": 4, "type": 1, "style": { "top_m": 5, "bot_m": 10 } } ] }
Home » Astronautika » SpaceX

Lagi, Starship SN11 Meledak di Udara saat lakukan Uji Terbang

Again, Starship SN11 Explodes in the Air during a Test Flight

  • 08 Apr 2021
  • 373
  • Andy. H
  •  


Kabut tebal menyelimuti landasan peluncuran SpaceX di Boca Chica Texas pagi hari 31 Maret 2021 waktu setempat.

Purwarupa lanjutan dari Starship SN10 ini gagal lakukan pendaratan dan meledak di lepas pantai dekat fasilitas peluncuran SpaceX di Boca Chica.

Tidak ada korban jiwa dilaporkan, namun puing-puing akibat ledakan nampak terlempar sejauh beberapa ratus meter dari lokasi ledakan.

Ledakan teramati saat roket berada di udara sesaat sebelum touchdown dalam kondisi tengah melakukan manuver berdiri dari posisi horizontal ke vertikal.

Dari feed video yang disiarkan saat live streaming tampak Starship SN11 tidak mengalami kesulitan saat peluncuran, namun terjadi anomali pada mesin ketika mesin tengah dihidupkan ulang (reignite) beberapa detik sebelum meledak.

Kondisi Cuaca Berkabut Saat Peluncuran

Momen Starship SN11 saat peluncuran, foto merupakan gambar feed dari mesin saat kondisi cuaca berkabut | SpaceX

Kondisi cuaca yang berkabut tebal menghalangi pandangan visual, sehingga kamera tidak dapat menangkap jelas bagaimana ledakan terjadi saat Starship SN11 sesaat sebelum melakukan pendaratan.

Menurut Elon Musk, ledakan terjadi disebabkan anomali pada kedua mesin Raptor. Mesin tidak dapat menyala karena supply pada feeder chamber tidak memenuhi tekanan yang diharapkan, ungkapnya melalui cuitan di Twitter.

Beberapa kamera yang menangkap momen pendaratan juga mengalami kerusakan akibat puing-puing Starship SN11 yang berjatuhan dari langit.

"Kamera kami rusak tertimpa puing-puing dari Starship SN11", kata Tim, seorang pengamat roket yang merekam langsung di lokasi sekitar peluncuran.

Dengan adanya peristiwa ini menjadikan roket Starship yang sudah meledak sebanyak 4 buah roket, mulai dari purwarupa SN8, SN9, SN10, dan SN11.

Roket yang bernilai 3 triliun rupiah ini tengah dibangun ulang untuk diluncurkan kembali dengan peningkatan dan pembaruan desain yang lebih mutakhir.

Produksi Roket yang sudah semakin cepat di fasilitas Starship di Boca Chica memungkinkan pembuatan roket baru hanya hitungan minggu saja.

Purwarupa lanjutan SN12, SN13 dan SN14 telah dihancurkan dan di scrap karena dinilai usang dan tidak memenuhi kriteria pembaruan desain Starship.

"SN15, purwarupa lanjutan dari SN11 telah membuat ratusan improvisasi dari generasi sebelumnya", cuit Musk lagi.

Purwarupa Starship Lanjutan Dibawa Ke Lokasi Peluncuran

Dilansir dari NasaSpaceflight.com Purwarupa lanjutan Starship SN15 yang memiliki tinggi 50 meter ternyata telah memasuki fase perakitan dan saat ini tengah di bawa ke lokasi peluncuran.

Proses perakitan hanya membutuhkan 9 hari semenjak terakhir SN11 diluncurkan. Direncanakan setidaknya pekan ini Starship SN15 akan menyelesaikan uji pembakaran statis (static fire test).

Jika uji pembakaran statis berhasil dengan baik, SN15 kemungkinan akan meluncur setidaknya 1-2 minggu kedepan.

Starship SN15 tengah dibawa ke lokasi peluncuran | Twitter @BocaChicaGal

Purwarupa SN15 digadang-gadang telah melakukan improvisasi setidaknya pada kaki-kaki pendaratan yang kurang sempurna. Ini telah menjadi masalah berulang semenjak SN8 diluncurkan.

Peningkatan selanjutnya yaitu mesin Raptor terbaru pada SN15 diklaim telah melakukan improvisasi yang signifikan, dan pelindung panas (heat shield) tengah ditambah ukuran dan dimensinya untuk mendapatkan feed data lebih banyak saat Starship melakukan penerjunan (belly flop).

Sementara itu pembangunan pad peluncuran baru tampak sudah 90% rampung. Nantinya purwarupa Starship selanjutnya akan diluncurkan melalui fasilitas peluncuran ini.

Diharapkan dengan adanya pad peluncuran baru yang lebih tinggi akan melindungi mesin dari efek panas yang ditimbulkan roket saat melakukan peluncuran.

Rate Artikel


Load more

Artikel Lainnya


Artikel Terbaru


Media Sosial